Enjoy The Video
Author: HERLAN -
Knowledge Transfer in the E-World
Jejaring sosial bisa dibilang alat pemasaran paling penting dalam dekade terakhir, dan tidak diragukan lagi paling berguna bagi pengusaha. Khususnya di industri makanan, pemilik usaha kecil memiliki keuntungan unik berupa berbagi konten visual langsung dengan pelanggan melalui saluran sosial mereka. Memanfaatkan platform ini adalah salah satu cara paling efisien untuk menumbuhkan pengenalan merek, nilai merek, dan mengarahkan lalu lintas web.

Gambar 1. Sosial Media sebagai interpretasi dari Tacit Knowledge Sharing

Gambar 2. Contoh pemanfaatan social media dalam memasarkan produk kuliner
Cara yang dapat ditindaklanjuti agar pengusaha kuliner dan pemilik usaha kecil dapat mulai menggunakan media sosial untuk menumbuhkan merek mereka:
- Tentukan tujuan Anda
Pertama dan terpenting, pemahaman tentang perbedaan antara platform media sosial terkemuka dan yang lebih penting, bagaimana Anda ingin merek Anda ditampilkan di lingkungan sosial adalah hal yang terpenting. Misalnya, apakah Anda tipe one-liner yang cerdas atau pencipta selera industri yang lebih pendiam? Tentukan suara Anda dan apa pesan Anda seharusnya. Kemudian tanyakan pada diri Anda berulang kali, “Mengapa orang harus mengikuti saya ?,” dan buat konten yang sesuai dengan tujuan itu.
- Identifikasi Target Audiens
Sebagai merek kuliner muda, tugas Anda adalah membangun komunitas pengikut yang terlibat (audiens yang ditargetkan secara strategis) yang setia dan tertarik dengan merek Anda. Mereka memilih untuk mengikuti Anda dan benar-benar peduli dengan apa yang Anda katakan. Mencoba untuk melayani semua orang berarti Anda tidak akan melayani siapa pun, jadi tunjukkan target audiens Anda dan sesuaikan konten dengan minat mereka.
- Ciptakan Identitas
Bersikaplah konsisten. Buat logo, latar belakang, dan gambar yang semuanya mengarah ke pesan yang sama. Jadilah wajah merek Anda dan ciptakan makna yang lebih dalam untuk produk Anda, sehingga pengikut dapat melihat manfaat dari merek Anda yang dihidupkan. Tawarkan berita atau penawaran eksklusif, dan libatkan pembaca dengan konten asli. Dengan menciptakan hubungan pribadi, Anda dapat terhubung dengan pelanggan dengan cara yang alami dan berpengaruh daripada iklan atau promosi yang tidak diinginkan.
- Kembangkan Pengikut Anda, Kembangkan Merek Anda
Menjadi kurator berita, foto, dan acara makanan. Promosikan saluran sosial Anda dan sering-seringlah memposting. Dengan berbagi informasi alih-alih mempromosikan atau “menjual” bisnis Anda. Anda menciptakan komunitas pengikut yang memercayai opini Anda dan akan memandang Anda sebagai pakar makanan dan minuman. Manfaatkan topik yang sedang tren dan bergabunglah dalam percakapan.
- Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Promosi Baru dalam Usaha Kuliner
Media Sosial Menurut Philip Kotler dan Kevin Keller adalah sarana bagi konsumen untuk berbagai informasi teks, gambar, video, dan audio dengan satu sama lain dan dengan perusahaan dan sebaliknya. Media sosial adalah sebuah media online dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum, dan dunia virtual. Media sosial sendiri dapat memiliki fungsi yang positif atau negatif, tergantung dari penggunaannya.
Periklanan digital mulai menjadi tren di era internet. Para pemilik merek mulai menjadikan media digital sebagai media promosi dan pemasaran yang baru. Pada dasarnya media sosial telah mengubah bagaimana konsumen berinteraksi dan bagaimana perusahaan memasarkan produk. Adanya situs jejaring sosial menjadi peluang usaha yang baik untuk memasarkan atau mempromosikan produk yang akan dijual.
Social media marketing adalah upaya pemasaran online dengan menciptakan visibilitas, eksistensi dan keberadaan sebuah situs web pada social media network (jaringan media sosial) seperti Facebook, Twitter, Instagram bahkan Youtube sekalipun.
Contohnya adalah akun instagram @dapurasix merupakan akun komersil yang menjual menu masakan, namun penjualan yang dilakukan oleh @dapurasix hanya pemesana via whatsapp.

Gambar 3. Contoh poster @dapurasix yang dipasarkan melalui akun social media Instagram

Gambar 4. Contoh halaman Instagram @dapurasix yang diakses melalui web browser
Sejak pertama didirikan @dapurasix tidak mempunyai wujud nyata restoran sebagaimana tempat makan pada umumnya. Satu-satunya alat pemasaran yang digunakan oleh @dapurasix hingga saat ini adalah media sosial instagram. Akun media sosial instagram @dapurasix higga saat ini telah mencapai 183k pengikut. Dengan kemunculan yang masih dibilang baru, @dapurasix telah mencapai kesuksesan karena dengan hanya mengandalkan promosi melalui media sosial instagram, @dapurasix telah memiliki tempat di hati para penggemarnya karena menyajikan masakan lezat dengan harga terjangkau.
- Media Sosial Bisa Sangat Berpengaruh pada Pilihan Makanan yang Kita Buat
“Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kita mungkin terpengaruh dengan rekan sosial mereka dibanding yang disadari saat memilih makanan tertentu,” terang peneliti Lily Hawkins, mahasiswa doktoral pada bidang psikologi kesehatan di Aston University, Birmingham, Inggris.
Hasil temuan ini memberikan bukti bahwa lingkaran media sosial bisa mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Selain itu terbukti bahwa sangat mungkin menggunakan media sosial untuk menerapkan pola makan sehat.
“Implikasinya adalah kita bisa menggunakan media sosial sebagai cara untuk mendorong pola makan sesama dalam lingkaran pergaulan, serta menggunakan pengetahuan ini sebagai alat intervensi kesehatan publik,” terang Hawkins dalam rilis resmi.
References :
- Laura Denby, 22 April 2015.Social Media for Culinary Professionals. https://www.ice.edu/blog/social-media-culinary-professionals
- Rizky Wahyu Permana. 15 Februari 2020. Media Sosial Bisa Sangat Berpengaruh pada Pilihan Makanan yang Kita Buat. https://www.merdeka.com/sehat/media-sosial-bisa-sangat-berpengaruh-pada-pilihan-makanan-yang-kita-buat.html?page=2
- Putri Nadia Safira. 17 Juli 2018. Pemanfaatan Media Sosial sebagai Media Promosi Baru dalam Usaha Kuliner. https://www.kompasiana.com/putrynadiasafira3957/5b4df89f6ddcae2eb669c112/media-sosial-sebagai-media-promosi-baru-dalam-usaha-kuliner?page=all#
Knowledge Workers
What are Knowledge Workers?
There is some debate around how to accurately define the term “knowledge worker”. Some people feel it is a controversial term that implies that certain jobs are better or more important than others. Many will argue that even the most routine work requires creativity and improvisation. After all, the internet has given us all the opportunity to be creative in new and exciting ways. By putting labels on certain employees, companies could be undermining their potential in the workplace. For the purpose of this article, we will define knowledge workers as individuals with a high level of education and experience. The main focus of their job is to use and apply knowledge in a creative and innovative way.
The Characteristics of Knowledge Workers
Knowledge workers can be identified by the amount of time they spend engaged in coming up with new ideas and strategies, as opposed to more repetitive work. They will often spend their time focusing on things like product design rather than manual processes.
This type of work is often complex and requires a certain set of skills. All employees may display these skills to one degree or another but these five characteristics are common to nearly all knowledge workers.
Here are the five main characteristics that are present in most knowledge workers:
- Specialized knowledge of a subject
Most knowledge workers have a specialized set of knowledge about a particular subject. They often have spent years developing and gaining their skills and resources either through formal education or in the workplace.
- The ability to find and access new information
In our society, information is constantly changing at a pace that is hard to keep up with. There is a lot of material employees will need to be familiar with to perform their jobs well. Knowing how to find and access the resources and information they need is a crucial skill to have.
- The ability to utilize new information
Just having the information is not enough if you don’t know how to apply it in a useful way. Employees must be able to take the information they accessed and use it to solve problems in new and innovative ways.
- Good communication skills
Successful knowledge workers are usually able to communicate effectively through both speaking and writing. They can work well in one-on-one and group settings and are able to collaborate with others to meet company goals.
- A growth-motivated mindset
Because the nature of technology and information is that it is constantly changing, employees must have a growth-motivated mindset. They are interested in learning and applying new information to change the way they work and use their talents.
Contoh Knowledge Workers :
- Bondan Winarno
Bondan Winarno, atau yang akrab disapa dengan panggilan Pak Bondan, namanya memang mulai dikenal sejak menjadi presenter kuliner yang mengajak pemirsa berkeliling negeri, bahkan luar negeri, untuk mencicipi sajian khas di tiap daerah. Tagline “pokok’e maknyus” membuat sosok ini makin terkenal.
Namun, sosok pria kelahiran Surabaya ini hendaknya tak dipandang hanya sebagai ahli kuliner. Pengalaman hidupnya jauh lebih beragam daripada sekedar icip-icip masakan nikmat dari satu restoran ke restoran lain. Meski tak bisa dipungkiri, bidang satu ini tak pernah bisa jauh dari hidupnya dan selalu melekat dalam dirinya, apapun profesi yang dijalaninya.

Gambar 1. Bondan Winarno merupakan salah satu contoh Knowledge Workers
Dunia kuliner ‘menemukannya’ di tahun 2000. berkat tawaran Ninok Leksono, Bondan mulai menjadi penulis rubrik Pariwisata untuk Cyber Media. Lambat laun, tulisan Bondan mulai fokus di dunia kuliner yang ditayangkannya di kolom Jalasutra, yang kini telah memiliki lebih dari 8.000 anggota di seluruh dunia. Tulisannya seputar kuliner sempat dipandang sebelah mata, mengingat dirinya dulu berprofesi sebagai penulis bidang ekonomi dan investigasi yang cukup mumpuni. Mendengar kritik ini, Bondan tak menganggapnya serius, karena baginya, kedua profesi ini sama terhormatnya karena keduanya dilakukan dengan serius demi menghasilkan karya terbaik.
Tahun 2005 adalah awal karirnya di dunia hiburan. Digaet oleh PT Unilever, Bondan melahirkan program Bango Cita Rata Nusantara dengan visi berusaha mempopulerkan pusaka kuliner Indonesia. Komentar ‘mak nyus’ mulai menjadi ciri khasnya, walau tak diakuinya sebagai ‘trade-mark’. Ungkapan ini ‘dipinjamnya’ dari Umar Kayam, yang sering melontarkan ungkapan yang sama tiap kali menyantap hidangan lezat. Setelah 15 bulan menjadi presenter Bango Cita Rata Nusantara, pria yang gemar memasak di rumah untuk keluarga besarnya ini memutuskan untuk mundur.
Tak lama, Bondan kembali digaet Trans TV untuk menjadi pembawa acara program Wisata Kuliner. Berbagai pengalaman berharga tak hanya dialami Bondan, namun juga para kru yang harus bekerja sama dengannya di berbagai daerah, juga para fans yang setia mengikuti perjalanan Wisata Kuliner di seluruh penjuru negeri. Kerja keras dan kedisplinan Bondan sangat dihafal para kru, yang juga menunjukkan bahwa Bondan adalah sosok yang begitu profesional dan cerdas. Walau sudah menjadi selebriti, pria ini mengaku tak terbiasa dengan kehadiran para penggemar, bahkan sering terganggu dengan mereka yang kurang sopan.
- Cheff Juna
Junior Rorimpandey atau biasa dikenal dengan nama Chef Juna adalah seorang koki profesional kelahiran Manado, 20 Juli 1975. Chef Juna adalah seorang koki spesialis makanan Jepang dan Perancis yang telah menghabiskan waktu selama kurang lebih 12 tahun di luar negeri.
Namanya terkenal karena menjadi salah satu juri dalam ajang Master Chef Indonesia, di mana dia dinilai sangat kejam, galak, dan pedas dalam memberikan komentar. Juna juga dikenal sangat tidak ramah, tidak bermutu sebagai juri, bahkan sampai menuai berbagai kecaman dari para penonton Master Chef Indonesia. Namun di balik ketidakramahannya tersebut, Juna memang menyimpan potensi dan kemampuan memasak yang luar biasa. hal itu dibuktikan dari teknik-teknik yang sempat dia tunjukkan ketika memasak.
Perjalanan Karir Chef Juna :
- Executive Chef di Jack Rabbit restaurant
- Juri acara Master Chef Indonesia
- Executive Chef Uptown Sushi

Gambar 2. Chef Juna merupakan salah satu contoh Knowledge Workers
Referensi :
- Tim Merdeka.com. https://m.merdeka.com/bondan-haryo-winarno/profil/. Diakses tanggal 30 Desember 2020.
- Tim Merdeka.com. https://m.merdeka.com/chef-juna/profil/. Diakses tanggal 30 Desember 2020.
- Johnson, Jamie. https://tallyfy.com/knowledge-workers/. Diakses tanggal 29 Desember 2020.
- Panopto, Juli 2018. https://www.panopto.com/blog/what-is-a-knowledge-worker/. Diakses tanggal 29 Desember 2020.
Knowledge Portals
- Knowledge Management Tools
Knowledge management tool adalah perangkat dan infrastruktur yang digunakan untuk memfasilitasi dan mengakselerasi proses-proses yang ada dalam KM, seperti knowledge creation, knowledge retention, knowledge transfer dan knowledge utilization. Biasanya KM tool berbasis aplikasi IT.
Tujuh kategori utama dari tool-tool KM adalah:
- Tool-tool komputasi kolaboratif, untuk mengalirkan knowledge di dalam organisasi
- Knowledge servers, untuk menyimpan dan menyediakan akses ke knowledge repository
- EKP (Enterprise Knowledge Portal)
- EDM (Electronic Document Management)
- Knowledge harvesting tools
- Search engines, untuk menemukan knowledge dalam repository
- KM suites
Klasifikasi KM Teknologi menurut Ruggles (1997) :
- Memperbaiki dan memungkinkan kreasi, kodifikasi dan transfer pengetahuan
- Menghasilkan pengetahuan
- Menkodifikasi pengetahuan dan membuatnya tersedia bagi orang lain
- Transfer pengetahuan untuk mengurangi masalah
Menurut Rollet klasifikasi teknologi dari KM terdiri dari skema :
- Communication
- Collaboration
- Content Creation
- Content Managemnet
- Adaptation
- E-Learning
- Personal Tool
- Artificial Intelligence
- Networking
- Categories of Portal Tools
- Gathering – Dokumen dibuat oleh knowledge worker dan disimpan di beberapa lokasi. (File di desktop pribadi, Website pada jaringan, dan database di server). Agar mudah diakses , data dan dokumen harus mudah di-capture dan disimpan di tempat yang umum.
- Categorization adalah bagaimana mengkategorisasikan berdasarkan tingkatan pelanggan, partner, pekerja dan juga berdasarkan dimensi proses, produk, dan layanan. Dengan kata lain bisa memprofilkan informasi yang tersimpan. Contohnya seperti ebay dan kaskus.
- Distribution – Biasanya digunakan sebagai pendukung dalam mendistribusikan informasi yang ter-struktur dan tidak terstruktur yang dapat berbentuk dokumen tertulis atau elektronik.
- Collaboration dapat dilakukan melalui pesan, aliran kerja dan diskusi database. Digunakan dalam membentuk suatu (groupware). Kebutuhan untuk komunikasi diantara user yang berkolaborasi. Collaborative Web applications mendukung proses berbagi informasi dan workspaces (misalnya WikiWiki, http://c2.com/cgi/wiki, or BSCW, http://bscw.gmd.de/) untuk menghasilkan, mengedit dan memanej shared information. Mereka juga menggunakan logs dengan sejumlah entri data dan edit data (seperti pada weblog) sebagai mediator pertemuan atau berdiskusi. Mendukung komunikasi diantara member seperti dalam bentuk chating dan e‐learning platforms.
- Publish – Menampilkan informasi sampai pada individu yang berada di luar organisasi. Contoh detik.com atau kompas.com.
- Personalization merupakan kunci utama dalam arsitektur portal. Knowledge worker harus mengelola dan mengirimkan informasi berdasarkan kebutuhan. Menyediakan layanan yang dapat dikutomisasi oleh usernya, kapanpun, dimanapun dan untuk perangkat apapun, semuanya itu merupakan layanan akses yang ada dimana-mana.
Sebagai contoh misalnya aplikasi web yang menyediakan layanan bagi orang yang bermobilitas tinggi untuk mengetahui restoran yang buka pada jam 11 hingga 2 malam. Aplikasi web dengan tipe ini biasanya sangat terbatas form permintaannya yang hanya mendukung satu aspek – (personlisasi atau lokasi) – layanan.Search/navigate – Menyediakan tools untuk mengidentifikasi dan meng-akses informasi yang khusus, biasanya menjelaskan fungsi yang ada pada situs dan meng-kategorisasi kepentingan internal dalam kelompok. (berita, olahraga, keuangan, pendidikan). Contoh : Yahoo; Bing; dll
Contoh 1 Portal terkait bidang kelompok (Culinary) :

Contoh 2 Portal terkait bidang kelompok :

Referensi :
- Juandy, Yenita. 2010. Teknik, Tool dan Teknologi Knowledge Management. Hal.110-121.
- Theresia, Regina. 2014. Knowledge Management Tools dan Arsitektur. http://theresiaregina.blogspot.com/2014/01/knowledge-management-tools-dan_8.html. Diakses tanggal 23 Desember 2020.
- Prasetiyo, Joko. 2012. Knowledge Management Tools and Application. https://www.slideshare.net/joko.prasetiyo.spd/knowledge-management-tools-and-application. Diakses tanggal 23 Desember 2020.
- Kesuma, Mitra. 2013. Knowledge Portals (Categories of Portal Tools). http://mitrakesuma.blogspot.com/2013/05/knowledge-portals-categories-of-portal.html. Diakses tanggal 23 Desember 2020
Learning From Data
Group B (ES, CR, DW)
- Experts Systems (ES)
- Case-Based Reasoning (CR)
- Data Warehousing (DW)
- Expert System (ES)
Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli, dan sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli (Kusumadewi, 2003:109). Pakar yang dimaksud disini adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan orang awam. Contohnya dokter, mekanik, psikolog, dan lain-lain.

Gambar 1. Contoh penerapan system pakar
Sistem pakar (expert system) sendiri merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Sistem pakar merupakan merupakan subset dari Artificial Intelegence (Arhami, 2005).
Terdapat berbagai jenis sistem pakar yaitu:
- Interpretasi: Membuat kesimpulan atau deskripsi dari sekumpulan data mentah. Pengambilan keputusan dari hasil observasi, termasuk pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dll.
- Prediksi: Memproyeksikan akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu.
Contoh: prediksi demografi, prediksi ekonomi, dll.
- Diagnosis: Menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati diagnosis medis, elektronis, mekanis, dll.
- Perancangan (desain): Menentukan konfigurasi komponen-komponen sistem yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu.
Contoh: perancangan layout sirkuit, bangunan.
- Perencanaan: Merencanakan serangkaian tindakan yang akan dapat mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu.
Contoh: perencanaan keuangan, militer, dll.
- Monitoring: Membandingkan hasil pengamatan dengan kondisi yang diharapkan. Contoh: computer aided monitoring system.
- Debugging: Menentukan dan menginterpretasikan cara-cara untuk mengatasi malfungsi.
Contoh: memberikan resep obat terhadap kegagalan.
- Instruksi: Mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek. Contoh: Melakukan instruksi untuk diagnosis dan debugging.
- Kontrol: Mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks.
Contoh: melakukan kontrol terhadap interpretasi, prediksi, perbaikan dan monitoring kelakukan sistem.
Sistem Pakar terdiri dari 4 bagian yaitu:
- User Interface
User interface digunakan manajer untuk memasukkan instruksi dan informasi dari sistem.
Metode input yang digunakan oleh manajer yaitu:
- Menu
- Command
- Natural Language
Output Expert System memakai 2 bentuk penjelasan (explanation):
- Explanation of Question
- Explanation of Problem Solution
- Knowledge Base
Knowledge base terdiri dari fakta yang menggambarkan problem domain dan juga teknik penyajian yang menggunakan fakta sesuai logika.
Aturan(rules) merupakan rincian dalam situasi yang tidak berubah: Kondisi benar dan tidak benar, tindakan yang diambil bila kondisi benar
- Interface Engine
Inference Engine merupakan bagian dari Expert System yang membentuk Reasoning dengan menggunakan isi dari knowledge base dalam urutan tertentu.
Dua metode yang digunakan dalam Expert System untuk mengamati Rules, yaitu:
- Penalaran ke depan (Forward) atau Forward Chaining.
- Penalaran ke Belakang (Revierse) atau Backward Chaining.
- Development Engine
Development Engine membangun Rule Set dengan pendekatan :
- Bahasa Pemrograman (Programming Language).
- Bagian Expert System (Expert System Shell)
Sistem pakar dalam bidang kuliner dapat dimanfaatkan untuk pemilihan menu makanan berdasarkan penyakit dan golongan darah

Gambar 2. Contoh system pakar dalam bidang kuliner
- Case-Based Reasoning (CR)
Case based reasoning method adalah salah satu metode yang digunakan untuk membuat sebuah system dengan cara pengambilan keputusan dari kasus baru berdasarkan solusi dari kasus-kasus lampau yang pernah terjadi. Konsep case based reasoning ini ditemukan bermula dari ide untuk menggunakan pengalaman-pengalaman dari kasus lampau yang pernah terjadi, lalu pengalaman itu digunakan untuk menyelesaikan kasus-kasus yang baru. Kebayakan para decision maker menggunakan pengalaman mereka dalam menyelesaikan masalah lampau, lalu digunakan kembali untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi saat ini.
Di dalam Case Based Reasoning kita dapat memperluas pengetahuannya dengan cara memasukkan pengalaman yang baru ke dalam memori/basis data untuk digunakan memecahkan masalah baru di masa yang datang. Perkembangan Case Based Reasoning dipengaruhi oleh hasil-hasil penelitian di dalam bidang ilmu kognitif. Case Based Reasoning yang saat ini berdasarkan pada penelitian tentang peranan memori dalam pengetahuan atau Memory Organizing Packets (MOPs). MOPs berfungsi untuk mengatur urutan peristiwa, MOPs mengatur urutan peristiwa secara tunggal yang disebut dengan “ingatan” dan ingatan inilah yang akan berdominasi dalam melakukan interpretasi dan penyelesaian masalah.
Sistem CBR melingkupi mekanisme penalaran dan aspek internal, meliputi:
- Spesifikasi masukan atau kasus dari sebuah permasalahan
- Solusi permasalahan yang diharapkan sebagai pengeluaran
- Kasus-kasus sebelumnya yang telah tersimpan akan dijadikan sebagai rujukan dari mekanisme penalaran
Case Based Reasoning menggunakan pendekatan kecerdasan buatan (artificial intelligent) yang mengutamakan pemecahan masalah dengan berdasarkan pada pengetahuan dari kasus-kasus sebelumnya, apabila ada kasus yang baru maka kasus tersebut akan tersimpan pada basis pengetahuan sehingga sistem akan melakukan pembelajaran dan pengetahuan terhadap kasus-kasus sebelumnya yang dimiliki. Secara umum ada 4 langkah dalam case based reasoning:

Gambar 3. Tahapan CBR
- Retrieve ( Memperoleh kembali )
Pada proses Retrieve ini kita mendapatkan kembali kasus yang sama atau yang mirip dengan kasus baru yang baru kita temui. Dalam proses ini, tahapan yang dapat kita lakukan adalah identifikasi masalah, memulai pencocokan, dan seleksi.
- Reuse ( Menggunakan kembali )
Pada proses Reuse ini, sistem akan melakukan pencarian masalah pada database melalui identifikasi masalah baru. Setelah itu, sistem akan menggunakan kembali informasi permasalahan yang pernah terjadi tersebut yang memiliki kesamaan untuk menyelesaikan permasalahan yang baru. Proses Reuse dipusatkan pada dua aspek. Pertama, perbedaan antara kasus sebelumnya dengan kasus sekarang. Kedua, bagian dari kasus yang lama yang sudah diperoleh akan dikirimkan menjadi kasus baru. Ada dua cara yang dapat dugunakan untuk melakukan reuse kasus yang sudah ada. Pertama, Reuse solusi (transformational reuse), Kedua, Reuse yang dapat membuat solusi (derivational reuse).
- Revise ( Meninjau kembali / memperbaiki )
Pada proses Reviese ini akan dilakukan tinjauan kembali/memperbaiki solusi-solusi yang sudah didapat pada masalah tersebut. Ada dua tugas pokok dari tahapan Revise ini, di proses ini solusi yang sudah diperoleh dari proses Rause akan dievaluasi kembali. Jika berhasil, maka akan langsung dilanjutkan ke proses selanjutnya yaitu proses retain. Jika tidak, sistem akan memperbaiki lagi solusi kasus yang diperoleh dari proses retain dengan menggunakan domain spesifik pengetahuan.
- Retain ( Menyimpan )
Pada proses Retain, bisa dibilang proses ini adalah yang terakhir di dalam system Case Based Reasoning. Di dalam proses system ini akan menyimpan permasalahan yang baru lalu dimasukan ke dalam basis pengetahuan, setelah itu akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang akan datang.
Di dalam proses Case Based Reasoning, ada salah satu tahapan yang paling penting dalam proses penyelesaian masalah ini, yaitu proses pengambilan kasus (case retrieval). Sejak zama dahulu sudah banyak peneliti yang memfokuskan di tahapan ini (Pengambilan Keputusan). Di dalam proses pengambilan keputusan, persamaan antara kasus satu dan kasus lain dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan sebuah kasus di dalam basis kasus. Semakin besar persamaan yang dimiliki oleh suatu kasus dengan kasus yang baru di dalam basis kasus, maka memungkinkannya solusi yang terdapat pada kasus tersebut bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah di dalam kasus yang baru.
Case-Based Reasoning dalam bidang kuliner dapat dimanfaatkan untuk pemilihan resep makan berdasarkan bahan yang dimiliki.

Gambar 4. Contoh penerapan CBR dalam bidang kuliner
- Data Warehousing
Data warehouse adalah suatu sistem komputer untuk mengarsipkan dan menganalisis data historis suatu organisasi seperti data penjualan, gaji, dan informasi lain dari operasi harian. Pada umumnya suatu organisasi menyalin informasi dari sistem operasionalnya (seperti penjualan dan SDM) ke gudang data menurut jadwal teratur, misalnya setiap malam atau setiap akhir minggu. Setelah itu, manajemen dapat melakukan kueri kompleks dan analisis (contohnya penambangan data, data mining) terhadap informasi tersebut tanpa membebani sistem yang operasional.

Gambar 5. Bagan data warehousing
Sistem basis data ini memiliki karakteristik yang membuatnya berbeda dengan basis data yang lainnya. Terdapat 4 karakteristik yang menjadi ciri khas dari basis data ini, yaitu:
- Berorientasi kepada subjek
- Data yang dimiliki terintegrasi
- Data yang disimpan bersifat tetap
- Dibuat dalam rentang waktu tertentu
Penerapan data warehousing pada bidang kuliner yaitu dapat digunakan untuk:
- Data penyimpanan stok bahan
- Data pendistribusian makanan (supply chain)

Gambar 6. Contoh Supply Chain pasok makanan
Referensi :
- Muchlisin Riadi. 12 Oktober 2016. Pengertian , Tujuan dan Struktur Sistem Pakar. http://www.kajianpustaka.com/2016/10/pengertian-tujuan-dan-struktur-sistem-pakar.html. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- Junyati. 26 April 2018. Expert System, https://sis.binus.ac.id/2018/04/26/expert-system/. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- Haekal Elhasby. April 2011. Expert Sytem. https://elhasbyblog.wordpress.com/kuliah-2/expert-system-sistem-pakar/. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- Rina Julita, 2018, SISTEM PAKAR PEMILIHAN MENU MAKANAN BERDASARKAN PENYAKIT DAN GOLONGAN DARAH.
- Warsidi. Juni 2016. Case Based Reasoning. https://students.warsidi.com/2017/06/pengertian-dan-cara-kerja-case-based-reasoning.html. Diakses tanggal 16 Desember 2020.
- Rizky Ria Kumaladewi, 2015, Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Menu Makanan Bagi Anak
- Rifzan. 22 Maret 2019. Pengertian Data Warehouse dan Penjelasannya. https://www.robicomp.com/pengertian-data-warehouse-serta-penjelasannya.html . Diakses tanggal 16 Desember 2020.
Knowledge Transfer And Sharing
- WEBSITE SEMINAR/TELECONFERENCE TERKAIT KULINER
- https://www.chefculinaryconference.com/

Gambar 1. Tampilan website yang menyajikan kegiatan seminar terkait kuliner
Dalam website ini media seminar menggunakan zoom, video dalam seminar dapat diakses langsung melalui website seperti tampilan berikut.

Gambar 2. Tampilan rekapitulasi file hasil seminar
Website ini juga memberikan akses bagi user yang akan mendownload video hasil seminar (bagi yang tidak mengikuti seminar).
Pada website berikutnya adalah website yang menawarkan Cooking Class namun secara virtual melalui Aplikasi Sype dan berbayar.

Gambar 3. Tampilan website yang menawarkan demo masak secara online Website ini memungkinkan user untuk belajar secara virtual dengan narasumber Chef yang berpengelaman dari seluruh dunia. Ketika mengakses website, kita dapat memilih jenis masakan apa yang akan kita pelajari, misalkan Italian Food, maka tenaga pengajar yang akan melakukan teleconference adalah Chef dari Italia. User juga akan menerima E-Certificate setelah mengikuti kelas online.
User Acceptance Testing
Assignment 08, berdasarkan tema kelompok Anda:
–Browse the “User Acceptance Testing” questionnaire, provide an image, and put the sources in the references.
–Save your assignment in word as “KMS-2020-2021-01Ganjil-Class-08-Group/Name”
–Store it in DropBox, paste the URL from DropBox into the submitted URL!
User Acceptance Testing on Project Example :
Web Application for Restaurant
Figure 1. Project Scope
Figure 2. Project Layout
Figure 3. Project Layout
Figure 4. Project Layout
User Acceptance Testing
User acceptance testing of the application is used to determine if the application meets the requirements of focused people. For user acceptance testing, random selection process is used. A questionnaire is made to obtain user evaluation of the system. The questionnaire consists of five question, which are set to gain user perspective on the ease of use, user friendliness, and responsiveness of UI and performance of the application. The answers have been taken anonymously from 20 random persons. The questionnaire can be found in Appendix B.
Ease of use
The first question of the questionnaire is for addressing the ease of use of the system.
Figure 5 illustrates the result of this question.
Figure 5: Ease of use of the application.
As the bar chart shows, 11 persons of 20 is ticked that the application is very easy and
5 found the application is moderately easy. Only 4 persons found the application slightly easy or not at all.
User Friendly
The pie chart in Figure 6 illustrates the percentage of views of respondents on user friendliness of the application. Half of all respondents agreed that the system is moderately user friendly and 35% of them found the system very user friendly. So, it can be said that the website is user friendly. But there is a room for improvement as
15% of respondents do not find it so much user friendly.
Figure 6: Percentage of views on user friendlinesss
Responsiveness of Interface
The responsiveness of UI means that the website UI is optimised properly for different size of screens. The following donut pie chart shows that all respondent found the website responsive. But there are many issues to improve the responsiveness of the UI as 45% of respondent faced problem with their device.
RESPONSIVNESS OF UI
Yes No Have isues
Figure 7: Percentage of views on responsiveness.
There can be many issues that can make problem in responsiveness. It has been tried to find some of them. Who have problem with UI of the website, their screen size data collected and analysed. The result is shown in the bar chart in Figure 8.
Screen Size
8
7
6
5
4
3
2
1
0
5 inch or more Below 5 in ch
Figure 8: Screen size of devices facing problem with UI.
We can see, most of respondents who face problem in responsiveness use a device with a screen smaller than 5 inch. So, UI should be optimised for smaller screens.
Speed & Performance
The pie chart in Figure 9 illustrates the percentage of satisfaction with speed and performance of the system.
10
8
Very Satisfied
6 Moderatly Satisfied
4 Slightly Satisfied
Not at All
2
0
Figure 9: Satisfaction about speed and performance.
According to pie chart, 47% of respondent is very satisfied with the performance and speed and 32% of respondent is moderately satisfied with the system.
Figure 10. Example the questionnaire result
Referensi
- Md. Muminur Rahman.2017.Implementation Of ResponsiveOnline Food Ordering Application with Social Media Intergration.https://www.researchgate.net/publication/340479626.Diakses pada 3 Desember 2020 Jam 19.55 WIB.
- Sasi Kirana hayumurti.2017.Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Palikasi Delivery Makanan Online.Sripsi. FE, Akuntansi,Sekolah Tingi Ilmu Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
Knowledge Codification Tools
Group Culinary
- Decision Tables
- Decision Tree
- Decision Tables
Tabel keputusan (decision table) adalah tabel yang digunakan sebagai alat bantu untuk menyelesaikan logika dalam program. Algoritma yang berisi keputusan bertingkat yang banyak sekali sangat sulit untuk digambarkan langsung dengan structured English atau pseudocode dan dapat dibuat terlebih dahulu dengan menggunakan tabel keputusan. Dengan demikian tabel keputusan efektif digunakan bilamana kondisi yang akan diseleksi didalam program jumlahnya cukup banyak dan rumit.
Struktur tabel keputusan terdiri dari empat bagian utama yakni :
- Condition Stub
- Condition Entry
- Action Stub
- Action Entry

- Condition Stub
Bagian ini berisi kondisi yang akan diseleksi.
- Condition Entry
Bagian ini berisi kemungkinan dari kondisi yang diseleksi, yaitu terpenuhi (diberi simbol ‘Y’) dan tidak terpenuhi (diberi simbol ‘N’). Setiap kondisi yang diseleksi akan mempunyai dua kemungkinan kejadian, yaitu terpenuhi dan tidak terpenuhi. Bila ada x kondisi yang diseleksi, maka akan terdapat N kemungkinan kejadian, yaitu sebesar
N=2x
- Action Stub
Action stub berisi pernyataan-pernyataan yang akan dikerjakan baik kondisi yang diselesi terpenuhi maupun tidak terpenuhi.
- Action Entry
Action entry digunakan untuk memberi tanda tindakan mana yang akan dilakukan dan mana yang tidak akan dilakukan.
TAHAPAN PEMBUATAN TABEL KEPUTUSAN
Untuk menjelaskan langkah-langkah yang dapat dilakukan untukmembuat tabel keputusan berikut ini diilustrasikan dengan sebuah contoh sebagai berikut :
PROSES PEMESANAN
Potongan akan diberikan apabila pesanan barang melebihi atau sama dengan batas unit minimal pesanan (batas minimal pesanan untuk mendapatkan potongan). Potongan ini hanya berlaku bagi Dealer. Bila unit barang persediaan di gudang mencukupi, maka pesanan akan dikirim semuanya tetapi apabila unit barang persediaan tidak mencukupi, maka yang dikirim adalah unit barang yang ada dan kemudian dibuatkan catatan mengenai kekurangannya (back order).
Langkah pembuatan tabel keputusan
- Menentukan kondisi yang akan diseleksi.
Dari contoh di atas terdapat 3 (tiga) buah kondisi yang akan
diseleksi yakni :
- Apakah unit dipesan >= unit minimum potongan?
- Apakah pemesannya dealer ?
- Apakah unit persediaan mencukupi ?
- Menentukan jumlah kemungkinan kejadian yang akan terjadi, yaitu sebanyak : N =23 = 8
- Menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Dari contoh di atas, terdapat 5 (lima) tindakan yang akan dilakukan yaitu :
- Mendapatkan potongan.
- Tidak mendapatkan potongan.
- Kirim semua yang dipesan.
- Kirim yang ada saja.
- Buat catatan kekurangannya.
- Mengisi condition entry
Condition entry diisi sedemikian rupa, sehingga semua kemungkinan kejadian bisa terwakili, sebagai berikut :

Gambar 2. Condition entry
- Mengisi action entry
Action entry diisi kolom demi kolom dari kolom pertama sampai kolom ke N. Misalnya untuk kolom yang pertama, semua kondisi terpenuhi, yaitu unit yang dipesan melebihi unit minimum potongan, pemesannya adalah dealer dan unit persediaan mencukupi, maka tindakan yang akan dilakukan adalah mendapatkan potongan dan kirim semua yang dipesan. Pada kolom pertama ini kemudian baris tindakan mendapatkan potongan dan baris tindakan kirim semua yang dipesan diberi tanda sembarang (misalnya “x”). Lakukan cara yang sama untuk masing-masing rules sampai kolom ke N (8). Hasilnya sebagai berikut :

Gambar 3. Mengisi action entry
Rule nomor 5 dan 7 dapat digabung, karena tindakannya sama, demikian juga rule nomor 6 dan 8 dapat juga digabung, sehingga tabel keputusan menjadi :

Gambar 3. Tabel keputusan yang telah difinalisasi
- Decision Tree
Decision tree adalah salah satu metode klasifikasi yang paling populer, karena mudah untuk diinterpretasi oleh manusia. Decision tree adalah model prediksi menggunakan struktur pohon atau struktur berhirarki.
Konsep dari pohon keputusan adalah mengubah data menjadi decision tree dan aturan-aturan keputusan. Manfaat utama dari penggunaan decision tree adalah kemampuannya untuk mem-break down proses pengambilan keputusan yang kompleks menjadi lebih simple, sehingga pengambil keputusan akan lebih menginterpretasikan solusi dari permasalahan.
Nama lain dari decision tree adalah CART (Classification and Regression Tree). Dimana metode ini merupakan gabungan dari dua jenis pohon, yaitu classification tree dan juga regression tree. Untuk memudahkan, berikut ilustrasi dari keduanya.

Gambar 4. Contoh Classification Tree

Gambar 5. Contoh Regretion Tree
Decision tree juga berguna untuk mengeksplorasi data, menemukan hubungan tersembunyi antara sejumlah calon variabel input dengan sebuah variabel target. Decision tree memadukan antara eksplorasi data dan pemodelan, sehingga sangat bagus sebagai langkah awal dalam proses pemodelan bahkan ketika dijadikan sebagai model akhir dari beberapa teknik lain.
Dalam beberapa aplikasi, akurasi dari sebuah klasifikasi atau prediksi adalah satu-satunya hal yang ditonjolkan dalam metode ini, misalnya sebuah perusahaan direct mail membuat sebuah model yang akurat untuk memprediksi anggota mana yang berpotensi untuk merespon permintaan, tanpa memperhatikan bagaimana atau mengapa model tersebut bekerja.

Gambar 6. Contoh Decision Tree
Kelebihan lain dari metode ini adalah mampu mengeliminasi perhitungan atau data-data yang kiranya tidak diperlukan. Sebab, sampel yang ada biasanya hanya diuji berdasarkan kriteria atau kelas tertentu saja.
Meski memiliki banyak kelebihan, namun bukan berarti metode ini tidak memiliki kekurangan. Decision tree ini bisa terjadi overlap, terutama ketika kelas dan kriteria yang digunakan sangat banyak tentu saja dapat meningkatkan waktu pengambilan keputusan sesuai dengan jumlah memori yang dibutuhkan.
Dalam hal akumulasi, decision tree juga seringkali mengalami kendala eror terutama dalam jumlah besar. Selain itu, terdapat pula kesulitan dalam mendesain decision tree yang optimal. Apalagi mengingat kualitas keputusan yang didapatkan dari metode decision tree sangat tergantung pada bagaimana pohon tersebut didesain.
Interview
- Bagaimana awal mula usaha ini berdiri?
- Apa produk yang paling diminati oleh pelanggan?
- Kenapa produk tersebut diminati oleh pelanggan?
- Apakah ada resep/cara khusus untuk membuat produk tersebut?
- Berapa lama pengolahan produk tersebut mulai dari bahan mentah hingga menjadi produk siap jual?
- Bagaimana strategi yang diterapkan untuk menarik dan mempertahankan pelanggan?
- Adakah cara khusus yang diterapkan untuk mengukur loyalitas para pelanggan?
- Pelayanan seperti apa yang diberikan kepada pelanggan?
- Adakah bagian/unit khusus dari usaha anda yang menangani keluhan pelanggan?
- Tindak lanjut seperti apa yang Anda berikan terhadap complain yang disampaikan pelanggan?
CAPTURING TACIT KNOWLEDGE
Group Culinary
- Brainstorming
- Repertory Grid
- Pengantar Capturing Tacit Knowledge
Capturing Tacit Knowledge adalah sebuah proses yang merupakan hasil pemikiran seorang pakar sehingga pengalaman dapat ditangkap dengan baik. Capturing tacit knowledge juga dapat didefinisikan sebagai teknik yang digunakan untuk memperoleh aspek pengetahuan teknis individu sehingga wawasan, pengalaman, jaringan sosial dan pembelajaran dapat dibagi untuk mengurangi hilangnya pengetahuan organisasi.
- Terdapat berberapa cara dalam capturing tacit knowledge contohnya adalah brainstorming dan juga repertory grid.
- Brainstroming
Merupakan sebuah pendekatan terhadap suatu pemecahan untuk sebuah permasalahan, secara tidak terstruktur. Pada kehidupan sehari-hari, proses ini dapat digambarkan ketika kita bercerita terhadap orang lain, dan mendapatkan masukan dan saran dari orang tersebut. Kesuksesan Brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan brainstorming adalah metode (anonim atau tidak, penggunaan komputer, dll.), insentif bagi para peserta, serta hambatan yang mungkin muncul (sifat individu, interaksi sosial, dll.). Adanya brainstorming dimaksudkan untuk mengumpulkan ide-ide kreatif sebanyak mungkin di dalam suatu kelompok.

Gambar 1. Tahapan brainstorming
- Jenis-jenis brainstorming
- Verbal brainstorming : Saling bertukar pikiran dalam suatu kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dan pertemuan langsung.
- Nominal brainstorming : Dalam penyampaian ide dilakukan secara terpisah, tidak saling berinraksi dengan menuliskan idenya di kertas atau komputer.
- Electronic brainstorming : Bertukar gagasan melalui media elektronik dalam sebuah kelompok,media elektronik yang digunakan biasanya berupa tools seperti Group Support System.

Gambar 2. Bagan Electronic Brainstorming
- Brainstorming pada Bisnis Kuliner
Dalam mengulas bisnis di bidang kuliner, kegiatan brainstorming penting dilakukan dalam hal menggali ide sebanyak-banyaknya dari pelaku bisnis kuliner. Ide yang digali tidak hanya mencakup resep dan teknik pembuatan, namun juga mencakup mengidentifikasi pasar, teknik promosi, mengakuisisi pelanggan, melakukan retensi pelanggan, melakukan pengelolaan modal dan lain-lain.
Brainstrorming merupakan metode yang memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi dan menentukan rencana kegiatan dalam bisnisnya berdasarkan ide-ide dan pengalaman dari seorang pakar bisnis bidang kuliner.
Dalam brainstorming, hal pertama yang dilakukan adalah membuka diskusi dengan menggali ide sebanyak mungkin. Ide tersebut ditampung terlebih dahulu tanpa harus dipilah baik atau tidaknya. Setelah semua ide tertampung, ide tersebut dipilah dan dikelompokkan menurut kategorinya. Misalnya kategori pengelolaan modal, inovasi jenis makanan terbaru dan lain-lain.
Setelah itu diskusikan tiap ide yang sudah dikelola berdasar prioritas, visible, dan affordable. Pada tahap inilah argumen tiap orang dikeluarkan, hal ini bertujuan untuk melihat ide mana yang kemudian bisa dieksekusi dalam orientasi jangka panjang atau pendek. Biasanya pada tahap ini terdapat dua atau lebih ide yang berpotensi, dan ide-ide inilah yang akan lebih dipertimbangkan.
- Repertory Grid
Teknik Repertory Grid (RGT) digunakan untuk melakukan wawancara penelitian pada responden / partisipan untuk menggali konstruksi personal yang dipengaruhi dari keberadaan individual (Fransella, Bell & Banister, 2004; Fang, 1996).
Sehubungan dengan Fransella et al. (2004), RGT merupakan teknik yang dapat digunakan dalam melakukan eksplorasi struktur dan isi dari teori yang implisit. Sebagai penjelasan tambahan, setiap manusia mempunyai pemahaman teoritis atau konstruksi sub sistem dimana berhubungan dengan teori secara keseluruhan atau system konstruksi personal.
Terrill and Flitman (2002) menyederhanakan definisi dari RGT adalah sebuah metode wawancara untuk menampilkan ide atau pendapat dari manusia mengenai aspek-aspek dari realita ; yang ditunjukan dalam ekspresi terminologi personal (p.2).
Dapat ditarik kesimpulan bahwa RGT merupakan alat bantu untuk mengumpulkan aspek pendapat atau ide personal dalam konsep pemahaman tiap-tiap individu yang berbeda-beda. (Artikel, 2014).


Gambar 4. Matrix konsep Repertory Grid
Repertory grid juga dapat diartikan sebagai teknik untuk mengidentifikasi cara pakar menjelaskan pengalamannya. Seorang pakar dilihat sebagai seorang ilmuwan yang mengkategorikan suatu masalah menggunakan model dari expert itu sendiri. Dengan begitu ketika suatu kelompok melakukan diskusi dengan lebih dari satu pakar, maka tiap-tiap pakar mempunyai kemungkinan memodelkan suatu permasalahan secara berbeda atau tak sama. Grid digunakan untuk menangkap dan mengevaluasi pemodelan permasalahan yang dilakukan pakar.
- Keuntungan dan Kerugian Repertory Grid
- Menyarankan agar pakar berpikir lebih serius, tentang permasalahan dan bagaimana memecahkannya.
- Susah di kelola ketika suatu grid yang besar dengan ditambah detail yang kompleks.
- Karena memiliki sifat kompleks dan dapat di kelola, cara ini biasa digunakan, di awal-awal perolehan pengetahuan (knowledge capture).
REFERENCES
- konferensi.nusamandiri.ac.id › KNIT › article ›
- https://www.academia.edu/32533192/Capturing_the_Tacit_Knowledge_Brainstorming
- http://kstoolkit.org/brainstorming
- https://matakuliahmanajemenpengetahuan.wordpress.com/2013/03/01/tugas-5-4/
- https://setiawanandi369.wordpress.com/2014/05/