- Knowledge management (KM) didefinisikan sebagai suatu proses menggunakan sebuah pendekatan sistem untuk menangkap, menstruktur, mengelola, dan menyebarkan informasi diseluruh lingkungan organisasi yang mana hal ini bertujuan untuk memperoleh kinerja yang lebih cepat, digunakan sebagai best practices dan mengurangi biaya pekerjaan dari project ke project (Nanoka and Ruggles and Holtshouse, 1995; Pasternack and Viscio, 1998; Pfeiffer and Sutton, 1999; Ruggles and Holtshouse, 1999).
- KM merupakan proses translasi (menerjemahkan) pengetahuan tacit ke pengetahuan eksplisit ke dalam suatu sistem yang nantinya dapat digunakan dalam suatu organisasi. Dengan adanya KM suatu organisasi berjalan satu langkah lebih maju dari organisasi lain karena organisasi tersebut telah memiliki pedoman dalam menjalankan sebuah kerangka kerja yang tersistem secara sistematis.
- Knowledge Management Lifecycle merupakan IT-based system yang dibangun untuk mendukung dan mengembangkan knowledge yang ada di organisasi. Knowledge management lifecycle dapat diterapkan pada konteks teknologi informasi dari sistem knowledge management.
- Pentingnya mengimplementasikan KM Cycle ini dalam sebuah organisasi atau perusahaan adalah untuk menjadikan organisasi atau perusahaan tersebut menjadi baik dan terarah. Knowledge sebagai informasi yang mengubah sesuatu atau seseorang, hal itu terjadi ketika informasi tersebut menjadi dasar untuk bertindak, atau ketika informasi tersebut memam-pukan seseorang atau institusi untuk mengambil tindakan yang berbeda atau lebih efektif dari sebelumnya.
- Dalam sebuah knowledge management terdapat sebuah siklus seperti siklus kehidupan yang biasa disebut Knowledge Management Cycle. Secara garis besar KM cycle merupakan tahapan-tahapan yang ada dan dilakukan di dalam sebuah organisasi.

Dalam penerapan Knowledge management terdapat beberapa model yang sering dipergunakan diantaranya adalah:
- The Wiig KM cycle (1993)
Berfokus pada 3 kondisi yang perlu hadir bagi suatu perusahaan untuk menjalankan usahanya berhasil yaitu harus memiliki bisnis dan pelanggan, memiliki sumberdaya, dan kemampuan dalam bertindak.
Berikut ini adalah tahapannya:
- Building knowledge adalah mengacu pada berbagai kegiatan mulai dari riset pasar, focus groups, survei, competitive intelligence, aplikasi data mining. Lima kegiatan utama adalah memperoleh pengetahuan, menganalisis pengetahuan, merekonstruksi pengetahuan, menyusun dan model pengetahuan, dan mengatur pengetahuan.
- Holding knowledge adalah pengetahuan yang terdiri dari mengingat, diakumulasi pengetahuan ke dalam repositori, dan pengarsipan pengetahuan.
- Knowledge pooling adalah koordinasi pengetahuan, perakitan pengetahuan, dan mengakses pengetahuan.
- Apply the knowledge ada caranya yaitu menggunakan pengetahuan untuk melakukan tugas rutin, menggunakan pengetahuan untuk survei, menggunakan pengetahuan untuk menggambarkan situasi dan ruang lingkup, dll


- The Bukowitz & Williams KM cycle (2000)
Menjelaskan bagaimana organisasi dapat menghasilkan, memelihara, dan menyebarkan kumpulan pengetahuan strategis yang benar untuk menciptakan nilai.
Berikut adalah tahapnya :
- Get : mencari informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan, memecahkan masalah, dan berinovasi.
- Use : menggabungkan informasi dengan cara yang baru dan menarik untuk mendorong inovasi organisasi.
- Learn : proses belajar secara formal dari pengalaman sebagai sarana menciptakan keunggulan kompetitif.
- Contribute : mendapatkan karyawan untuk memposting apa yang telah mereka pelajari untuk repositori.
- Assess : evaluasi pada modal intelektual.
- Build/Sustain : memastikan bahwa modal intelektual masa depan organisasi layak dan kompetitif.
- Divest : tidak berpegang pada aset intelektual fisik atau tidak mencipatakan nilai lagi.

Referensi Sumber Teori:
Dalkir, K. (2011). Knowledge Management in Theory and Practice. USA : The MIR Press.
Dalkir, K. (2005). Knowledge Management in Theory and Practice. (1st Edition). Oxford: Elsevier