CAPTURING TACIT KNOWLEDGE

Group Culinary

  • Brainstorming
  • Repertory Grid
  • Pengantar Capturing Tacit Knowledge

Capturing Tacit Knowledge adalah sebuah proses yang merupakan hasil pemikiran seorang pakar sehingga pengalaman dapat ditangkap dengan baik. Capturing tacit knowledge juga dapat didefinisikan sebagai teknik yang digunakan untuk memperoleh aspek pengetahuan teknis individu sehingga wawasan, pengalaman, jaringan sosial dan pembelajaran dapat dibagi untuk mengurangi hilangnya pengetahuan organisasi.

  • Terdapat berberapa cara dalam capturing tacit knowledge contohnya adalah brainstorming dan juga repertory grid.
  • Brainstroming

Merupakan sebuah pendekatan terhadap suatu pemecahan untuk sebuah permasalahan, secara tidak terstruktur. Pada kehidupan sehari-hari, proses ini dapat digambarkan ketika kita bercerita terhadap orang lain, dan mendapatkan masukan dan saran dari orang tersebut. Kesuksesan Brainstorming dapat dilihat dari suasana bebas tanpa kritik untuk menggali ide kreatif atau solusi alternatif tanpa batas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan brainstorming adalah metode (anonim atau tidak, penggunaan komputer, dll.), insentif bagi para peserta, serta hambatan yang mungkin muncul (sifat individu, interaksi sosial, dll.). Adanya brainstorming dimaksudkan untuk mengumpulkan ide-ide kreatif sebanyak mungkin di dalam suatu kelompok.

Gambar 1. Tahapan brainstorming

  • Jenis-jenis brainstorming
  • Verbal brainstorming : Saling bertukar pikiran dalam suatu kelompok yang dilakukan secara verbal dengan tatap muka dan pertemuan langsung.
  • Nominal brainstorming : Dalam penyampaian ide dilakukan secara terpisah, tidak saling berinraksi dengan menuliskan idenya di kertas atau komputer.
  • Electronic brainstorming : Bertukar gagasan melalui media elektronik dalam sebuah kelompok,media elektronik yang digunakan biasanya berupa tools seperti Group Support System.

Gambar 2. Bagan Electronic Brainstorming

  • Brainstorming pada Bisnis Kuliner

Dalam mengulas bisnis di bidang kuliner, kegiatan brainstorming penting dilakukan dalam hal menggali ide sebanyak-banyaknya dari pelaku bisnis kuliner. Ide yang digali tidak hanya mencakup resep dan teknik pembuatan, namun juga mencakup mengidentifikasi pasar, teknik promosi, mengakuisisi pelanggan, melakukan retensi pelanggan, melakukan pengelolaan modal dan lain-lain.

Brainstrorming merupakan metode yang memungkinkan seseorang untuk mengidentifikasi dan menentukan rencana kegiatan dalam bisnisnya berdasarkan ide-ide dan pengalaman dari seorang pakar bisnis bidang kuliner.

Dalam brainstorming, hal pertama yang dilakukan adalah membuka diskusi dengan menggali ide sebanyak mungkin. Ide tersebut ditampung terlebih dahulu tanpa harus dipilah baik atau tidaknya. Setelah semua ide tertampung, ide tersebut dipilah dan dikelompokkan menurut kategorinya. Misalnya kategori pengelolaan modal, inovasi jenis makanan terbaru dan lain-lain.

Setelah itu diskusikan tiap ide yang sudah dikelola berdasar prioritas, visible, dan affordable. Pada tahap inilah argumen tiap orang dikeluarkan, hal ini bertujuan untuk melihat ide mana yang kemudian bisa dieksekusi dalam orientasi jangka panjang atau pendek. Biasanya pada tahap ini terdapat dua atau lebih ide yang berpotensi, dan ide-ide inilah yang akan lebih dipertimbangkan.

  • Repertory Grid

Teknik Repertory Grid (RGT) digunakan untuk melakukan wawancara penelitian pada responden / partisipan untuk menggali konstruksi personal yang dipengaruhi dari keberadaan individual (Fransella, Bell & Banister, 2004; Fang, 1996).

Sehubungan dengan Fransella et al. (2004), RGT merupakan teknik yang dapat digunakan dalam melakukan eksplorasi struktur dan isi dari teori yang implisit. Sebagai penjelasan tambahan, setiap manusia mempunyai pemahaman teoritis atau konstruksi sub sistem dimana berhubungan dengan teori secara keseluruhan atau system konstruksi personal.

Terrill and Flitman (2002) menyederhanakan definisi dari RGT adalah sebuah metode wawancara untuk menampilkan ide atau pendapat dari manusia mengenai aspek-aspek dari realita ; yang ditunjukan dalam ekspresi terminologi personal (p.2).

Dapat ditarik kesimpulan bahwa RGT merupakan alat bantu untuk mengumpulkan aspek pendapat atau ide personal dalam konsep pemahaman tiap-tiap individu yang berbeda-beda. (Artikel, 2014).

Gambar 3. Matriks sederhana menurut Teknik Repertory Grid

Gambar 4. Matrix konsep Repertory Grid

Repertory grid juga dapat diartikan sebagai teknik untuk mengidentifikasi cara pakar menjelaskan pengalamannya. Seorang pakar dilihat sebagai seorang ilmuwan yang mengkategorikan suatu masalah menggunakan model dari expert itu sendiri. Dengan begitu ketika suatu kelompok melakukan diskusi dengan lebih dari satu pakar, maka tiap-tiap pakar mempunyai kemungkinan memodelkan suatu permasalahan secara berbeda atau tak sama. Grid digunakan untuk menangkap dan mengevaluasi pemodelan permasalahan yang dilakukan pakar.

  • Keuntungan dan Kerugian Repertory Grid
  • Menyarankan agar pakar berpikir lebih serius, tentang permasalahan dan bagaimana memecahkannya.
  • Susah di kelola ketika suatu grid yang besar dengan ditambah detail yang kompleks.
  • Karena memiliki sifat kompleks dan dapat di kelola, cara ini biasa digunakan, di awal-awal perolehan pengetahuan (knowledge capture).

REFERENCES

Leave a comment